Dari makanan, kesehatan, hingga kesejahteraan hewan—industri pet di Indonesia mulai mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah. Memelihara anabul saat ini bukan lagi sekadar tren. Bagi banyak keluarga Indonesia, anjing dan kucing sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bersamaan dengan itu, kebutuhan terhadap makanan, nutrisi, layanan kesehatan, grooming, hingga berbagai produk penunjang hewan kesayangan juga terus berkembang. Perkembangan tersebut mulai mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah. Pada 4 September 2026, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan dorongan agar industri hewan kesayangan nasional terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
Pemerintah melihat ekosistem pet bukan hanya terdiri dari hewan peliharaan dan pemiliknya, tetapi juga mencakup pakan dan nutrisi, pelayanan veteriner, obat hewan, perawatan, hingga teknologi. ([Ditjen PKH][1])
Kenapa pemerintah mulai memperhatikan industri pet food?
Salah satu alasannya adalah semakin luasnya ekosistem industri hewan kesayangan.Ketika semakin banyak masyarakat memelihara anabul, kebutuhan terhadap makanan yang aman dan sesuai kebutuhan nutrisi juga semakin besar.
Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat pet food sebagai produk komersial, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kesehatan dan kesejahteraan hewan. Pada April 2026, Kementan menyatakan tengah memperkuat tata kelola dan pengawasan peredaran pet food melalui sinergi dengan pelaku usaha.
Fokusnya antara lain memastikan produk yang beredar memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kepatuhan terhadap regulasi. ([Ditjen PKH][2])
Dengan kata lain, perkembangan industri pet food akan berjalan berdampingan dengan tuntutan terhadap kualitas dan keamanan produk.
Bagi konsumen, harga tentu menjadi salah satu pertimbangan ketika membeli makanan anabul. Namun, ketika pemerintah mulai memperkuat pengawasan pet food, pembicaraan mengenai produk makanan hewan menjadi lebih luas.
Ada pertanyaan yang juga semakin penting: Apa bahan yang digunakan? Bagaimana proses produksinya? Bagaimana keamanan produknya? Dan apakah produk tersebut dibuat dengan standar yang dapat dipertanggungjawabkan?
Pada Juli 2026, Kementan juga menerbitkan pedoman baru terkait sertifikasi Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) dan pendaftaran pakan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat standar produksi, pengawasan mutu, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha. ([Ditjen PKH][3])
Meskipun kebijakan tersebut memiliki cakupan sektor pakan yang lebih luas, arahnya menunjukkan bahwa mutu, keamanan, proses produksi, dan kepatuhan regulasi semakin menjadi bagian penting dalam industri pakan.
Lalu, bagaimana dampaknya bagi pet parents? Bagi pemilik anabul, perkembangan regulasi dan pengawasan ini dapat menjadi pengingat bahwa memilih makanan tidak seharusnya hanya berdasarkan harga atau kemasan yang menarik.
Pet parents juga dapat mulai memperhatikan:
✓ Komposisi bahan
✓ Informasi produk dan penyimpanan
✓ Proses pengolahan
✓ Kesesuaian makanan dengan kebutuhan anabul
✓ Reputasi dan transparansi produsenKarena makanan merupakan bagian penting dari keseharian anabul, keputusan memilih makanan juga berkaitan dengan bagaimana pemilik menjaga kebutuhan mereka.
Royal Esme: Melihat Makanan Anabul Lebih dari Sekadar Produk
Di tengah berkembangnya industri pet food Indonesia, Royal Esme hadir dengan pilihan Cooked Food dan Raw Food untuk anabul, khususnya anjing. Kami percaya bahwa makanan anabul bukan hanya mengenai bagaimana membuat mereka makan dengan lahap.
Ada proses di balik setiap produk—mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga produk sampai kepada pet parents. Karena itu, perkembangan kebijakan pemerintah mengenai keamanan, mutu, dan tata kelola pet food menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan oleh seluruh pelaku industri. Bukan semata-mata karena regulasi. Tetapi karena semakin berkembangnya industri pet juga berarti semakin besar tanggung jawab untuk menghadirkan produk yang dapat dipercaya.
sumber: https://bpmsph.ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/kementan-dorong-industri-hewan-kesayangan-nasional-tumbuh-dan-berdaya-saing?utm_source=chatgpt.com

